23 Juni 2009

Pesan Tembang Lir Ilir

LIR ILIR

Cipt. Sunan Kalijaga


Lir ilir, lir ilir

Tandure wus sumilir

Tak ijo royo-royo

Tak sengguh temanten anyar

Tak sengguh temanten anyar


Bocah angon, bocah angon

Penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu penekno

Kanggo mbasuh dodot iro

Kanggo mbasuh dodot iro


Dodot iro, dodot iro

Kumitir bedah ing pinggir

Dondomono, Jlumatono

Kanggo sebo mengko sore

Kanggo sebo mengko sore


Mumpung padhang rembulane

Mumpung jembar kalangane

Yo surak’o surak hiyo…


Tidak semua orang Jawa dan umat islam di Indonesia mengerti akan makna dan pesan dari lagu ini. Kanjeng Sunan Kalijaga melalui lirik lagi ini berpesan kepada kita (umat islam) untuk segera mempersiapkan dan membersihkan diri untuk menghadap sang maha pencipta.

Berikut adalah makna dari setiap lirik.....


Lir ilir, lir ilir tandure wus sumilir

Arti : Bangunlah, bangunlah tanamannya telah bersemi

Makna : Kanjeng Sunan Kalijaga mengingatkan orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Karena bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para Wali.


Tak ijo royo-royo, Tak sengguh temanten anyar

Arti : Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru

Makna : Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan sebagai pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang disekitarnya


Bocah angon, bocah angon, penekno blimbing kuwi

Arti : Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu

Makna : Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah persegi lima, yang merupakan simbol dari Rukun Islam dan Sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk memberikan contoh kepada rakyaknya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima Rukun Islam dan Sholat lima waktu.


Lunyu-lunyu penekno, kanggo mbasuh dodot iro

Arti : Biarpun licin tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodot mu

Makna : Dodot adalah sejenis kain kebesaran jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara / saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan umat Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima Rukun Islam dan Sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semua itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu sebagai pakaian bagi jiwanya.


Dodot iro, dodot iro, kumitir bedah ing pinggir

Arti : Kain dodot mu, kain dodot mu, telah rusak dan robek

Makna : Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.


Dondomono, Jlumatono, Kanggo sebo mengko sore

Arti : Jahitlah, tisiklah, untuk menghadap (gustimu) nanti sore

Makna : Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut "paseban" yaitu tempat menghadap raja. Disini Sunan Kalijaga memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan agamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT dihari nanti


Mumpung padhang rembulane, Mumpung jembar kalangane

Arti : Selama rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang

Makna : Selagi masih banyak waktu, selagi masih ada kesempatan, perbaiki kehidupan beragamamu


Yo surak’o surak hiyo…

Arti : Ya bersoraklah, berteriaklah IYA...

Makna : Disaat nanti datang panggilan dari yang Maha Kuasa, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragamanya dengan baik dan menjawabnya dengan gembira.


Demikianlah petuah dari Sunan Kalijaga lima abad yang lalu.

Semoga bermanfaat.....

18 Juni 2009

Bila Ibu Boleh Memilih



Anakku,…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
Jakarta, 21 Agustus 2004


Dikutip dari Bila Ibu Boleh Memilih, kumpulan puisi hati Ratih Sanggarwati.

11 Juni 2009

Bagaimana Kalau Bayi Kita Terkena Flu


Bagaimana perasaan anda ketika mengalami flu atau pilek....? Ketika hidung tersumbat, kepala pening dan persendian terasa linu. Tersiksa bukan..... Lalu bagaimana ketika hal ini terjadi pada bayi anda ? Pasti sangat menyiksa, maka jangan heran jika bayi anda rewel. Gejalanya pun tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, yaitu bersin, hitung tersumbat, ingusan dan batuk (Begitulah yang dialami oleh putra kami saat ini, Muhammad Ramdhan Aityo (Adit)).
Lalu bagaimana cara kita sebagai orang tua untuk menghadapi bayi yang terserang flu. Jangan terlalu panik. Perlu diketahui bahwa vitus flu memang lebih mudah menular kepada bayi dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh pada bayi masih belum sempurna. Namun demikian jangan terlalu khawatir, karena bayi memiliki daya tahan tubuh yang mencukupi untuk menyerang flu. Ketika bayi kita sedang flu, bersin dan batuk merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuhnya dalam melawan virus.
Flu pada bayi sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya, seiring dengan meningkatnya kondisi tubuh bayi.
Sebagai orang tua, umumnya akan membawa bayi kita kedokter. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk meredakan rasa sakit dan demam untuk meringankan gejala flu, bukan untuk menyembuhakan flu pada bayi.
Hal penting yang harus diperhatikan adalah, pemberian obat bukan berarti tanpa efek samping. Bayi kita termasuk kelompok usia yang sangat rentan terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang anda berikan.
Selama bayi kita menderita flu, asupan makanan menjadi sangat penting. Upayakan agar bayi kita mendapatkan asupan cairan untuk mencegah dari dehidrasi. Jangan hentikan pemberian ASI atau susu formula, yang memiliki kecukupan gizi untuk membantu proses pemulihan. Biasanya saat kondisi seperti ini, bayi akan kurang selera makan, sehingga asupan makanan kurang optimal. Kita harus lebih sabar dan telaten untuk menyuapinya sedikit demi sedikit. Yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan rasa nyaman kepada bayi agar bisa istirahat dengan nyama dan mempercepat proses penyembuhan flu pada bayi kita.

09 Juni 2009

Bagaiman melatih kebiasan buah hati dari usia dini


Anak adalah buah hati. Tanggung jawab kita untuk mendidiknya.

Kita sebagai orang tua, pasti akan merasa sangat senang sekali jika mempunyai anak yang usianya belum mencapai setahun tetapi sudah mulai terbiasa buang air kecil pada tempatnya. Hal ini bisa saja terjadi terhadap anak kita, jika kita sebagai orang tua mulai membiasakan dari awal. Biasanya anak balita akan buang air kecil setelah bangun tidur, atau beberapa saat setelah minum. Sudah menjadi keharusan bagi orang tua untuk mengetahui kebiasaan anak, sehingga kita dapat mengetahui tanda-tanda kapan anak kita mau buang air kecil, buang air besar atau kebiasaan-kebiasaan yang lain.

Seperti yang kami lakukan, setiap kali anak bangun dari tidur siang, kami mulai membiasakan membawanya ke kamar mandi atau kehalaman dengan membuka celananya. Memang usaha ini butuh kesabaran, tidak selalu yang kita harapkan langsung terjadi, butuh waktu dan proses.

Ini merupakan salah satu kebiasaan yang kami ajarkan kepada anak kami yang baru berusia 9 bulan. Kalau ada tambahan atau saran dari pembaca tentang bagaimana melatih kebiasaan anak, kami mohon dapat memberikan komentar.

Terimakasih.....

08 Juni 2009

Menanam Kebaikan Akan Menuai Kebaikan


Mama berkeyakinan bahwa apapun yang Mama ajarkan kepada Adit akan berpengaruh dalam kehidupan Adit kelak. Dari kecil Mama akan menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada Adit, dengan harapan dikehidupannya kelak Adit tidak akan jauh dari nilai-nilai kebaikan.
Karena itu, Mama akan mencurahkan segenap kemampuan serta bersikap bijak dalam menghadapi dan mengawasi Adit. Walaupun saat ini Mama masih bekerja, namun Mama tidak akan lalai untuk memperhatikan Adit. Mama akan selalu memberikan kasih sayang yang sepantasnya diberikan. Mama menyadari bahwa Adit adalah investasi bagi kami baik di dunia maupun di akhirat.

05 Juni 2009

Mendidik Kebiasaan Anak


Saat ini Adit sudah berumur 9 bulan, dalam perkembangannya, kami memperhatikan bahwa saat ini Adit sudah mulai dapat memperhatikan lingkungan sekeliling, termasuk mulai mengerti berkomunikasi. Walau kami belum memahami akan apa yang terucap dari mulutnya, tapi kami berkeyakinan bahwa Adit mulai mengerti, mempelajari dan mengikuti apa yang kami lakukan.
Kami sangat berhati-hati sekali dalam bersikap didepannya. Beberapa perbuatan dan tindakan yang saat ini kami lakukan untuk mendidik Adit yaitu :

  1. Bangun saat Shubuh. Hal ini kami lakukan untuk mulai membiasakan Adit bangun pada waktu shubuh sejak balita, dan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan. Alhamdulillah saat ini setiap pukul 4.30 pagi Adit pasti bangun, justru kami merasa malu kepada diri sendiri, karena Adit mulai sering bangun lebih dulu.
  2. Sesering mungkin memutar lagu islami, termasuk Asma’ul Husna. Dengan harapan Adit akan terbiasa mendengarkan, lalu menyenangi dan akhirnya dapat menghapal Asma’ul Husna sejak dini, sekaligus mengamalkannya.
  3. Mematikan TV saat Magrib. Bertujuan untuk membiasakan agar menyegerakan sholat pada awal waktu.
  4. Sholat Berjamaah dan Membaca Alquran.Melakukan sholat berjamaah dan membiarkan Adit memperhatikan disebelahnya termasuk sesering mungkin membaca Al Quran, agar nantinya Adit akan menyenangi dan membiasakan sholat secara berjamaah dan membaca Al Quran. Sekaligus mengajarkan bahwa sholat dan membaca Al Quran merupakan sesuatu yang indah, mudah dan menyenangkan bukan sebagai beban.
  5. Bertemu dengan Banyak Orang.Hal ini kami lakukan agar nantinya Adit akan mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan dan masyarakat.
Dengan perkembangan usianya nanti (menyesuaikan dengan tumbuh kembang Adit), kami sudah memprogramkan untuk membiasakan hal-hal berikut :
  1. Berikan lingkungang pergaulan dan pendidikan yang islami.Lingkungan dan pergaulan adalah salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Maka, dalam hal ini kami akan memulainya dengan mengirimkan anak kami ke TPA (Taman Pendidikan Al Quran) atau mengikuti ceramah-ceramah islam di Masjid dan sebagainya.
  2. Mengajarkan nilai-nilai islam secara langsung. Mengajarkan nilai-nilai islam yang kami kuasai secara langsung kepada anak anda sejak dini. Dengan bahasa penyampaian yang menarik, misalnya melalui sebuah cerita.
  3. Membacakan hadits Rasulullah SAW dan ayat Al Quran.Membacakan hadits Rasulullah saw dan ayat Al Quran, sesuai dengan kadar kemampuan Adit. Hubungkan hadits dan ayat Al Quran ketika kita memberikan nasihat atau teguran mengenai perilakunya sehari-hari.
  4. Menjadi sahabat setia baginya.Menjadi tempat curhat yang nyaman, sehingga permasalahan Adit tidak akan disampaikan kepada orang yang salah, yang akhirnya akan memberikan solusi yang salah pula.
  5. Menciptakan nuansa kehangatan.Nuansa hangat dan harmonis dalam keluarga akan memberikan kenyamanan. Hal ini untuk memperkecil masuknya pengaruh buruk dari luar kepada Adit. Agar Adit tidak mencari tempat diluar sana yang ia anggap lebih nyaman dari pada di rumahnya sendiri.
  6. Menyampaikan semua hal dengan penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan jangan pernah merasa bosan untuk mengulangnya. Bukan dengan kekerasan, dan menghindari emosi yang akan membuat Adit sakit hati.

Smoga bermanfaat. Amien.....

03 Juni 2009

Kebutuhan Utama Anak


Semenjak Adit terlahir ke dunia, kebutuhan utamanya adalah kasih sayang dari Kami. Kasih sayang kami akan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya, terutama perkembangan emosionalnya. Jika kami membesarkannya dengan penuh kasih sayang, Insya Allah Adit akan tumbuh menjadi anak yang penuh dengan kasih sayang, baik terhadap sesama maupun terhadap makhluk Allah lainnya. Sebaliknya apabila Adit kecil telah kehilangan kasih sayang dari kami, maka sangat besar kemungkinan Adit akan menjadi anak yang memiliki pribadi yang keras, kasar, dan mudah marah. Tidak jarang jika dibesarkan tanpa kasih sayang, Aditku akan suka berbohong, mencuri, dan menyakiti orang lain.

Peran kami sangatlah penting dalam mendidik Adit agar menjadi pribadi yang baik. Kami sebagai orang tua haruslah mencontoh bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat dalam mendidik anak-anak dengan kasih sayang. Pengaruh positif yang ditimbulkan dari kasih sayang kami kepada Adit yaitu terciptanya kedekatan antara orangtua dan anak, serta hubungan atau ikatan batin antara orang tua dengan anak yang akan menimbulkan rasa aman dan tenteram. Banyak cara untuk memberikan dan memperlihatkan kasih sayang kami kepada Adit. Salah satunya dengan memberikan pelukan dan kecupan kepada mereka. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, beliau tidak segan-segan untuk mendekap dan mencium anak-anak beliau. Seperti terlihat dari kisah Nabi Muhammad SAW, dalam hadits berikut :

Dari sahabat Abu Hurairah ra: “Rasulullah SAW pernah mencium Al-Hasan bin ‘Ali”, sementara Al-Aqra’ bin Habis At-Tamimi sedang duduk di sisi beliau. Maka Al-Aqra’ berkata, “Aku memiliki 10 anak, namun tidak ada satu pun dari mereka yang kucium.” Kemudian Rasulullah SAW memandangnya, lalu bersabda, “Siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Anas bin Malik ra pun turut mengungkapkan bagaimana rasa sayang Rasulullah SAW kepada putranya yang lahir dari rahim Mariyah Al-Qibthiyyah ra: “Aku tak pernah melihat seseorang yang lebih besar kasih sayangnya kepada keluarganya dibandingkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Anas berkata lagi, “Waktu itu, Ibrahim sedang dalam penyusuan di suatu daerah dekat Madinah. Maka beliau berangkat untuk menjenguknya, sementara kami menyertai beliau. Kemudian beliau masuk rumah yang saat itu tengah berasap hitam, karena ayah susuan Ibrahim adalah seorang pandai besi. Kemudian beliau merengkuh Ibrahim dan menciumnya, lalu beliau kembali.” (HR. Muslim)

Begitupun sahabat Rasulullah SAW, Abu Bakar As- Shiddiq ra yang juga memiliki kasih sayang yang besar terhadap putrinya, Aisyah. Ketika Abu Bakar ra tiba di Madinah bersama Rasulullah SAW dalam hijrah, dia mendapati putrinya, Aisyah ra sakit panas. Al Barra' bin 'Azib ra yang menyertai Abu Bakar saat menemui putrinya mengatakan "kemudian aku masuk bersama Abu Bakar menemui keluarganya. Ternyata Aisyah putrinya sedang berbaring, terserang penyakit panas. Maka aku melihat ayah Aisyah mencium pipinya dan berkata, 'Bagaimana keadaanmu, wahai putriku ?' (HR. Bukhari)